Dengan pemesan yang sama dengan ini, namun bedanya kelengkapan isinya. Ada mashed potatoes dan roladenya, selain itu minta di pack dengan box yang berpita
Ini dia…
Dengan pemesan yang sama dengan ini, namun bedanya kelengkapan isinya. Ada mashed potatoes dan roladenya, selain itu minta di pack dengan box yang berpita
Ini dia…
Orderan kali ini bener-bener pake sistem SKS (sistem kebut semalam). Bukan salah yang order sih tapi memang bakul kuenya aja yang terlalu nyantai nanggepin orderan ini. Padahal pembicaraan orderan ini dah 2 bulan yang lalu lho…
Yang ada bakul kuenya cuma bisa tidur 6 jam dalam 2 hari
Hari pertama buat ayam kodoknya sampai dengan tahap kukus, kemudian masuk kulkas. Mendekati hari H tinggal di oven deh…
Dan puncaknya adalah semalam, mana sayuran belum diapa-apain lagi, cheesecake belum kesentuh, edible belum dikasih dikasih olesan wcc dibagian dalamnya, pokoknya pada ‘belum’ smuanya. Dan sukses membuat bakul kue tidur hanya 2 jam sajah!
Sang pemesan adalah seorang anak yang berdomisili di Rusia yang mana ingin memberikan sesuatu ke mamanya yang berada disini. Dengan berbekalkan tulisan Rusia dari sang pemesan, maka diputuskanlah menggunakan edible dengan gambar Red Square sebagai ‘maskot’ Rusianya.
Setelah kursus ini, mbak Hera, ditodong kursus lagi oleh NCCers Palembang. Kebetulan mbak Hera ada acara keluarga di Palembang dan menyisakan waktu tuk ngajarin kita.
Kali ini, tema yang dipilih adalah Gumpaste Flower. Terbuat dari fondant, biasa digunakan tuk hiasan diatas wedding cake, cupcake, atau cake. Sebenarnya yang dibutuhkan itu adalah segala peralatan fondant, mulai dari fondant tool sampai dengan cetakan2nya. Yang selama ini ga ngerti berbagai macam cetakan fondant yang berseliweran di TBK2 sekarang dah mulai ngertilah sedikit2. Bukan hanya cetakan fondant aja, bahan pendukung fondant juga mulai tau.
Adapun yang dibuat jenis bunganya adalah:
Biasa disebut bunga matahari ya… Caranya gampang, yang penting punya cutternya aja.
Yang ini juga ga ada foto sendirinya, karna dah akhir2 jadi ga kepikiran lagi foto2
Tadi pagi NCC Palembang kedapetan kesempatan tuk kursus Ayam Kodok. Adapun yang ngajarin kita adalah mbak hera yang kebetulan datang ke Palembang, tanpa menyia2kan waktu langsung dijadwalin tuk ngadain kursus. Tuk daerah Palembang sendiri mungkin nama masakan ini agak aneh. Tapi di pulau Jawa khususnya Jakarta, sudah lumayan banyak yang order masakan ini. Yang jelas masakan ini bukan ‘ayam isi kodok’ lho ya…
Letak kesulitan dalam pengerjaan Ayam Kodok ini adalah di ngulitin ayamnya. Dimana kulit ayam yang masih dalam bentuk bulat-utuh harus dipisahkan dari dagingnya. Sebenarnya bagi yang terbiasa belajar via youtube, banyak banget linknya. Tapi kl aku pribadi, sm sekali ga bisa belajar dg video tanpa liat dan praktek langsung.
Setelah liat dan dipraktekin langsung, ternyata yg dipikiran awalnya susah jadi ‘oooo.. gitu toh!’
Oya tuk ayamnya, kata mbak hera, enakkan pk ayam kampung krn kulitnya lbh lentur ga gampang robek, walaupun proses ngelepas kulitnya agak lebih susah. Tp pas kita kursus kemaren, kita pake ayam boiler, beli di supermarket. Memang tipis tp lepasinnya ga sulit. Kl robek jangan khawatir, bisa dijahit kok
Jdi setelah dikulitin, yang tersisa hanya daging paha kiri-kanan dan sayap kiri-kanan. Setelah tahap ini, kulit bisa dijahit dibagian yang robek. Biasanya dibagian ketiak. Selain itu dijahit juga bagian atas dan bawahnya, tp jangan keseluruhan, sisakan untuk memasukkan telur rebus kedalamnya.
Tuk isian pastanya, terdiri dari daging (sapi+ayam+hati ayam) giling, roti tawar yang sudah di rendam air, telur, dan bumbu. Sebelumnya, disisipkan dulu telur rebus didalam ayamnya tuk membuat ayamnya jadi ‘bulet’. Banyaknya tergantung besarnya ayam, bisa 3 atau 4 buah. Setelahnya, baru deh masukin pastanya menggunakan plastik segitiga. usahain tuk ga ada celah kosong didalamnya, tp jangan kebanyakan juga, krn bisa ‘meletus’ kulit ayamnya pas dah dikukus.
Setelah proses pengisian selesai, ayam siap untuk dikukus. Lamanya sekitar 15-30menit, sampe matanglah. Kemudian dikasih olesan yang terdiri dari kecap manis+kecap inggris+garam+penyedap+pala bubuk+lada bubuk. Olesinnya di 1 sisi aja, yang bagian atas saja, hanya untuk mempercantik tampilan setelah dipanggang aja. panggangnya sekitar 30menit, smp kering permukaannya. Setelah matang, sajiin deh. Pelengkapnya ada rolade, mashpotatoes, garnish sayuran. Sesuka hati. Oya, penyajiannya menggunakan saus. Sausnya itu sendiri dari bawang bombay, tepung terigu, saus tomat, kecap manis, kecap inggris, dll.
Rasanya…. Enak!!!
Kayaknya dah siap nih tuk buka orderan ayam kodok
Yang mo pesen silahkan lho ya…
Pesanan kali ini datangnya dari salah satu online shop yang berdomisili di NY. Dimana online shop ini sebagai perantara dari para warganegara Indonesia yang berada nun jauh disana yang ingin mengirimkan sesuatu ke kerabatnya di Indonesia (bisa berupa bunga, cake, maupun coklat)
Selain itu, saya dapat tawaran sebagai salah satu liner dalam online shop tersebut untuk area Palembang. Tanpa ada perjanjian yang terikat sama sekali, jadi sama sekali tidak memberatkan saya. Bahkan tidak ada keharusan untuk menerimanya pada saat saya memang tidak bisa mengerjakannya.
Cake yang dipesan adalah BF dan Tiramisu ukuran diameter 20. Ada masalah dalam alamat pengiriman yang dikasih, agak bingung dengan alamatnya karna ga pernah denger, setelah ditelpon ternyata nama jalannya sekarang berubah, fiuh….!
Dan, inilah dia…
Ini adalah pesenan teman kantor untuk anaknya. Basic cakenya menggunakan Death by Chocolate yang mana ternyata rasanya ennyyyaaakk bangettttt.
Aku yang bikinnya aja ga berhenti nyolek2 ganachenya
Untuk hiasannya, berhubung dalamnya dah manis jd di request tuk pake BC aja dengan edible The Cars and Friends yang merupakan favoritnya sang anak.
Tanggapan sang pemesan “enak mar, raihan sampe ga berhenti liatin ediblenya, thank you yah”
Ihhh seneng banget kl dpt compliment kayak gini, jadi semangat deh
Ini adalah pesanan tuk yang pertama kalinya dimana ukuran cake lumayan besar, 40×40. Sebenarnya tantangannya bukan di pembuatan cakenya, namun di pembuatan alas dan kotaknya yg lebih dipikirkan.
Setelah tanya2 dengan sesama bakul kue ttg ke2 hal itu, langsung deh dicari2. Tuk alasnya, kebetulan dirumah lagi ada tukang, jadi minta tolong tuk potongin triplek ukuran 50×50. Sedangkan untuk kotaknya, berburu kertas yang agak tebal (duh apa ya namanya, lupa). Cari di gramedia, dapet deh. Langsung dibungkus dengan alumunium foil dan ditimpa kertas roti diatasnya.
Sebelumnya, nyari2 cara bikin kotak, maklum dah lama banget ga sekolah
Urusan kotak dan alas kelar, langsung beralih ke cakenya. Tuk basicnya, sesuai dengan permintaan aku pake spongecake coklat ukuran 20×20 sebanyak 4bh.
Untuk decornya sendiri, tetep di pakemnya BF. Full coklat. Dari parutan coklat, pagar coklat, dark cerry inside, dan red-cerry. Sebenarnya tuk red cerrynya masih kurang banyak, kemaren dah salah perhitungan pas spuit tuk tempat red cerrynya dan dah males tuk ngubahnya, jadi kayak gini deh hasilnya.
Dan… ternyata nih cake berat banget. Ga kebayang deh gmn dengan cake2 ukuran lebih besarnya lagi.
Akhirnya NCC ngadain juga acara di Palembang ini, senangnya bukan main…
Acaranya bermula dari demo masak yang disponsori oleh Mother Choice, salah satu brand mentega. Acaranya sendiri berlangsung tanggal 28 Mei 2011 pukul 10 sampai selesai, di hotel Sanjaya. Rombongan artis NCC dah datang dari hari kamisnya, berhubung kita (para NCC’ers Palembang) pada kerja maka tuk nganter mereka jalan2 sekitaran Palembang sempat menjadi pembicaraan di BBM. Tapi.. akhirnya ada mbak mita yang bisa nganter walaupun sebenarnya dia kerja juga, namun bisa ijin.
Acara demonya berjalan lancar, senang akhirnya bisa ketemu para artis NCC itu, selama ini hanya bisa liat di milis aja.
Dan, di akhir demo, kita smua pada ngumpul. Sayang banget tuk member NCC lainnya yang ga ikutan di BBM group ga ikutan ngumpul juga, mungkin mereka pada ga tau ya. Lain kali tuk para NCC palembang, jangan sungkan2 yah tuk ikutan ngumpul, biar aktif ikatan NCC Palembang kita. Bukan NCC namanya kl ga ada foto-foto
Keesokan harinya, minggu 29 Mei 2011, kita ngadain kursus Cake ala hotel. Ini adalah hasil ‘todongan’ kita para NCC’ers Palembang yang ga mau menyia-nyiakan kedatangan mbak Fat dan rombongan begitu saja. Setelah mendapatkan tempat kursus (thank to mbak lani tuk rumahnya ya), akhirnya kita bisa juga ngerasain kursus NCC tanpa harus ke Jakarta.
Dan inilah hasil kursus kita…
Dan… inilah para peserta kursus Cake ala Hotel NCC Palembang. Yang belum bisa hadir, tunggu kursus NCC Palembang selanjutnya ya, mudah2an mbak Fat dan rombongan bersedia ke Palembang lagi.